No comments yet

DELAPAN PENDETA GMMI DITAHBISKAN SAAT MUPEL 2020

Di tengah masa pandemi Covid-19 ini, sebanyak delapan orang Vicaris Gereja Masehi Musafir Indonesia (GMMI) akhirnya meninggalkan masa vikariatnya dan diteguhkan kedalam jabatan Pendeta GMMI pada tanggal 7 Oktober 2020. Kebaktian Penahbisan ke 8 hamba Tuhan tersebut dilaksanakan dalam momentum Kegiatan Musyawarah Pelayanan (MUPEL) bertempat di GMMI Jemaat Persaudaraan Nunbaun Sabu Kupang.

Adapun ke delapan Vicaris yang ditahbiskan yaitu: Vic. Yonathan Balalembang, S.Th (GMMI Persaudaraan NBS), Vic. Marfilson Masu, S.Th (GMMI Kapernaum Tenau), Vic. Samuel Eduar Neslaka, S.Th (GMMI Maranatha Oenggae), Vic. Yati Halatana, S.Th (GMMI Imanuel Naikoten), Vic. Noldi Ndoen, S.Th (GMMI Pancaran Injil Holain), Vic. Asti Suanti Neno, S.Th (GMMI Pos PI Genesis Batuplat), Vic. Petrus Jala Djampi (Pembantu Pdt. di GMMI Imanuel Naikoten dan Pos PI Yegar Sahaduta Tarus) dan Vic. Mesakh E. Saketu, S.Th (GMMI Pos PI Ebenheazer Taunesi Kuanheum).

Prosesi Penahbisan Pendeta yang berlangsung di GMMI Jemaat Persaudaraan Nunbaun Sabu – Kupang

Ibadah penahbisan ini dipimpin Pdt. Wellem Bastian, S.Th., M.Pd.K, dalam hotbahnya Pdt. Bastian mengatakan “satu-satunya lembaga yang didirikan oleh Tuhan Yesus adalah gereja”. Seperti dikutip dalam Matius 16:13-18, khususnya di ayat 18 Yesus berkata : “Dan Akupun berkata kepadamu: engkau adalah Petrus dan diatas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaatKu dan alam maut tidak akan menguasainya”. Pernyataan ini memiliki beberapa Implikasi yaitu : pertama, “Gereja adalah milik Tuhan Yesus” karena Tuhan Yesus sendiri yang mendirikannya, kedua Tuhan Yesus mempunyai rencana untuk gerejaNya – “Aku akan mendirikan” dan yang ketiga, gereja Yesus tidak akan terkalahkan,- “alam maut tidak dapat menguasainya”.

Nampak dalam prosesi ini setiap hamba Tuhan yang ditahbiskan terlebih dahulu melakukan pengakuan dan janji dihadapan Allah dan jemaatnya, kemudian dilanjutkan dengan Doa penyerahan dan penumpangan tangan oleh Pendeta-pendeta pendamping yang bertugas, selanjutnya Pelayan menjemput pendeta yang baru ditahbis untuk berdiri dan diperhadapkan kepada jemaat. Diakhir dari prosesi ini hamba-hamba Tuhan yang baru ditahbiskan diserahkan alat-alat kebaktian berupa Alkitab, peralatan baptisan, peralatan perjamuan dan diantar ke mimbar sebagai simbol untuk memulai pelayanan.

Peneguhan berkat oleh Pelayan dan pendeta pendampinng dalam prosesi penahbisan

Kebaktian penahbisan terus berlangsung dengan diberikannya kesempatan kepada salah satu hamba Tuhan yang baru diteguhkan untuk menyampaikan hotbah sulungnya, Renungan Firman Tuhan ini disampaikan oleh Pdt. Yonathan Balalembang S.Th yang mengambil nats dari Yohanes 4:38-39 dengan tema “Diutus untuk menuai”. Dalam refleksi Firman Tuhan tersebut dikatakan “kita sebagai hamba Tuhan jangan sampai melupakan esensi dari panggilan kudus kita yaitu diutus untuk menuai jiwa-jiwa. Dengan demikian Tuhan menghendaki kita semua orang percaya/hamba-hamba Tuhan terkhusus saya dan teman-teman yang baru ditahbiskan, kita semua telah ditetapkan untuk menjalankan misi Tuhan yang mulia ini, supaya semua orang menerima keselamatan dalam Kristus”.

Walikota Kupang Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH yang berkesempatan hadir dalam moment bahagia ini memberikan beberapa pesan yaitu : “Seorang pelayan harus dapat mendorong pertumbuhan iman jemaat dan pengenalan yang mendalam akan hakekat kasih Kristus. Untuk itu pelayan harus berani menyatakan kebenaran dan menyatakan kesalahan sesuai terang firman Tuhan, agar harmonisasi kehidupan berjemaat secara vertikal dengan Allah dan horizontal dengan sesama terus terjaga, baik ditengah gereja maupun dalam kehidupan bermasyarakat; selanjutnya seorang pelayan sebagai garam harus menjadi penyebab kehausan bagi jemaat terhadap pengenalan akan Firman Tuhan yang benar”.

Sambutan oleh Walikota Kupang Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH

Hadir juga dalam kebaktian ini Kabid Bimas Kristen Kanwil Kemenag Prov. NTT, Drs. Yorhans S. Lopis, M.Si. Dalam sambutannya Kabid Bimas Kristen menyatakan menyambut dengan sukacita para pendeta baru untuk tugas pelayanan dalam GMMI. Ia memberi apresiasi kepada para pendeta yang telah membantu pemerintah dalam pembangunan karakter, akhlak dan iman yang menurutnya adalah pekerjaan yang paling berat, terutama mengantarkan jiwa-jiwa untuk masuk ke dalam Surga. “Gereja banyak yang amburadul karena pemimpin tidak melibatkan jemaat dalam setiap pelayanan, untuk itu sebagai hamba Tuhan harus terus memotivasi mereka untuk terlibat dalam setiap kategorial, evaluasi dan pengawasan pelayanan harus dilakukan secara kontinyu dan pendeta juga harus bekerja secara Profesional” imbuhnya.

Sambutan oleh Kabid Bimas Kristen Kanwil Kemenag Prov. NTT, Drs. Yorhans S. Lopis, M.Si

Foto bersama Walikota Kupang , Kabid Bimas Kristen Kanwil Kemenag Prov. NTT, Ketua Majelis Sinode GMMI dan pendeta yang baru ditahbiskan

Ketua Majelis Sinode GMMI Pdt. Gatsper Anderius Hawu Lado, M. Th dalam pesan pastoralnya menyatakan “di penghujung Musyawarah Pelayanan ini diwarnai dengan penahbisan pendeta untuk menjawab kebutuhan jemaat akan pelayanan, untuk itu layanilah mereka dengan sepenuh hati dan jadilah pelayan Tuhan yang melayani dengan pola kepemimpinan yang membangun komunitas sosial disekitarnya yang berbasis sosio-religius, teruslah berkarya, melayani Sang Raja diatas segala raja, Tuhan kita Yesus Kristus”. (dep.pelita-df)

Post a comment

× Chat Via Whatsapp