No comments yet

Dirjen Bimas Kristen hadiri dan membuka Sidang Raya Sinode ke VII Gereja Masehi Musafir Indonesia (GMMI)

Sinode Gereja Masehi Musafir Indonesia (GMMI) mengadakan Sidang Raya ke VII Tahun 2019 yang bertempat di Gereja Masehi Musafir Indonesia Jemaat Hermon-Nunbaun Sabu Kupang. Sidang Raya ini diikuti oleh peserta sebanyak 225 perwakilan dari Papua, Bali, Kalimantan Barat (Pontianak), Sumba, Rote, Sabu, Semau, SoE, Kupang. Sidang Raya ini berlangsung pada 6 s.d 10 Mei 2019 dan mengambil Tema Presensia GMMI di tengah Kebhinekaan Bangsa Indonesia. Sidang Raya yang ke VII ini bertujuan untuk memilih Ketua Sinode dan pengurus baru, yang mana Ketua dan kepengurusan yang lama (periode 2015-2019) sudah berakhir.

Dirjen Bimas Kristen Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si membuka secara resmi Sidang Raya sinode GMM ke VII

Pembukaan Sidang Raya VII Sinode GMMI dihadiri oleh Dirjen Bimas Kristen, Asisten III Gubernur Prov. NTT, Walikota Kota Kupang, Kakanwil Kementerian Agama Prov. NTT, Ketua STAKN Kupang, Anggota DPRD Kota Kupang, Kabid Bimas Kristen, Kepolisian dan jajaran SKPD Kota Kupang, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Dirjen Bimas Kristen Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si foto bersama, Asisten III Gubernur Prov. NTT, Walikota Kota Kupang, Kakanwil Kementerian Agama Prov. NTT, Ketua STAKN Kupang, Anggota DPRD Kota Kupang, Kabid Bimas Kristen

Dalam sambutannya Dirjen Bimas Kristen Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si menegaskan bahwa jangan ada konflik dalam Sinode, Gereja, maupun umat. Dirjen juga menekankan bahwa tugas Pekabaran Injil masih panjang maka dalam Sidang Raya ke VII Sinode GMMI ini diharapkan dapat memilih pemimpin yang baru secara damai dan demokratis. Pula dalam sambutannya, Dirjen mengutip nats Alkitab dari 1 Samuel 11 : 1-15 tentang Samuel dan Saul perihal kepemimpinan atau pemimpin yang bertanggung jawab. Para pemimpin Gereja (Pendeta) harus bisa menempatkan teks Alkitab dalam konteksnya serta mampu sebagai Pemimpin yang mumpuni bukan ngalor-ngidul, ujarnya. GMMI harus mempersiapkan generasinya, menjadi pemimpin yang bertanggung jawab. Kehadiran GMMI harus nyata dalam kehidupan Kekristenan di Indonesia dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika lanjutnya. Dalam Sidang Raya GMMI ke VII ini Dirjen  juga berharap agar GMMI dapat menghasilkan pemimpin/gembala baru yang berintegritas, profesionalitas, bertanggung jawab dan menjadi teladan bagi domba-dombanya untuk mencerahkan Indonesia khususnya Kota Kupang. Dalam kesempatan tersebut Dirjen Bimas Kristen juga mensosialisasikan tentang Moderasi Beragama, Kebersamaan Umat, serta pentingnya Integrasi Data. Akhirnya Dirjen Bimas Kristen mengucapkan Selamat menjalankan Sidang Raya Sinode GMMI ke VII Tahun 2019, Tuhan Yesus Memberkati. Amin

(Courtesy berita dari Kementerian Agama RI Ditjen Bimas Kristen)

https://bimaskristen.kemenag.go.id/news-37-sidang-raya-sinode-gmmi-ke-vii-tahun-2019.html

Post a comment

× Chat Via Whatsapp