No comments yet

DITERIMA MENJADI ANGGOTA PGI KE-96 SINODE GMMI LAKUKAN IBADAH SYUKUR

(Kupang, Minggu 12 Februari 2023) Bertempat di GMMI (Gereja Masehi Musafir Indonesia)  Jemaat Hermon Nunbaun Sabu, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur dilakukan kegiatan Ibadah syukur, yang mana ini merupakan ungkapan rasa syukur atas bergabungnya Sinode GMMI sebagai anggota baru Persekutuan Gereja – Gereja di Indonesia (PGI) yang ke-96.

GMMI Jemaat Hermon Nunbaun Sabu, tuan rumah ibadah syukur Sinode GMMI

Keputusan atas diterimanya Sinode GMMI kedalam keanggotaan PGI sendiri terjadi dalam Sidang Majelis Pekerja Lengkap-Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (MPL-PGI) 2023 yang berlangsung sejak tanggal 27-31 Januari 2023 di Balikpapan, Kalimantan Timur. Saat itu Ketua Sinode GMMI Pdt. Gatsper A. Hawu Lado, M. Th hadir secara langsung dan menerima secara simbolis tanda keanggotaan dimaksud dari Ketua Umum PGI, Pdt. Gomar Gultom M.Th.

Tema yang diangkat dalam Ibadah syukur ini yakni : SPIRITUALITAS KEUGAHARIAN DALAM SEMANGAT PERSATUAN.  Rangkaian Ibadah ini dipimpin oleh Liturgos Pdt. Gabriel A. Kana, S.Th, M.Min, S.Pd., yang membacakan nats pembimbing dari Kitab (Mazmur 111:1) Haleluya! Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hati, dalam lingkungan orang-orang benar dan dalam jemaah.

Liturgos Pdt. Gabriel A. Kana, S.Th, M.Min, S.Pd.

Penyampain Khotbah oleh Pdt. Dr. Lintje H.Pellu, M.Si., yang mengambil Firman Tuhan dari 1 Korintus 1:18-31. Dalam khotbahnya Pdt. Lintje mengatakan “sebagai gereja kita harus bersatu berdasarkan kebenaran karena itu kekuatan kita satu-satunya, kita hanya bisa bertahan karena karena salib Kristus yang memampukan kita lewat Iman percaya yang kokoh.” Pdt Lintje juga menekankan tiga hal penting yakni ; Jemaat yang dari latar belakang yang berbeda-beda suku, pendidikan, kemampuan ekonomi dan sebagainya kita terhimpun sebagai anggota keluarga Allah, karena itu janganlah perbedaan-perbedaan itu memecahkan kita, melainkan ini menjadi kekuatan kita dalam Tuhan, tidak boleh kita memegahkan diri. Seperti bahasa Latin “Ut Omnes Unum Sint” (biarlah mereka manjadi satu).

Khotbah oleh Pdt. Dr. Lintje H.Pellu, M.Si.

Hal berikut yang disampaikan Pdt Lintje yakni ; Gereja-gereja di Indonesia (PGI dan PGLII) berhimpun untuk bersaksi tentang pengorbanan Kristus yang sempurna di kayu Salib untuk keselamatan manusia. “banyak problem di bangsa ini, karena itu bahtera oikumene harus tetap terbentang layarnya mengarungi lautan Indonesia ini dengan gagah berani, kita harus tetap bersatu untuk menghilangkan diskriminasi dan mewujudkan gereja yang Esa di dunia ini dengan keberagaman masing-masing”, ujarnya.

Pesan penutup yang dititipkan Pdt. Lintje yang juga adalah selaku Ketua IV MPH PGI NTT yang membawahi bidang Perempuan dan Anak menyampaikan “Hari ini adalah tanda sejarah dan mempunyai makna historis yang luar biasa bagi Sinode GMMI dan peristiwa ini bukan suatu kebetulan tapi benar-benar waktu Tuhan yang terbaik sehingga Sinode GMMI dapat bergabung dalam sebuah pelayanan besar bersama PGI, mari kita syukuri bersama” imbuhnya.

Selanjutnya dalam sambutan Ketua Sinode GMMI yang disampaikan oleh Sekretaris Sinode GMMI Pnt. Ridon A.Bire,S.IP menyampaikan bahwa ada 2 peristiwa penting dan merupakan Kado Ulang tahun bagi Sinode GMMI yang ke-72 yakni terpilihnya Ketua Sinode GMMI Pdt. Gatsper A. Hawu Lado, M. Th sebagai Ketua Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII) NTT dan diterimanya Sinode GMMI sebagai anggota baru PGI yang ke-96. Menurut Pnt. Ridon “Ini merupakan sukacita besar yang sangat membahagiakan bagi segenap jemaat GMMI yang terdiri dari 53 Jemaat Lokal, 8 klasis, 70 orang Pendeta, vikaris dan tenaga orientasi serta sekitar 12.000 Jiwa jemaat yang ada pada lingkup GMMI, yang tersebar di Provinsi NTT, Kalimantan, Bali dan Papua”.

Sambutan oleh Sekretaris Sinode GMMI Pnt. Ridon A.Bire,S.IP

Atas nama Sinode GMMI Pnt. Ridon juga mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang sudah mendukung serta memberikan rekomendasi buat GMMI untuk menjadi anggota PGI, diantara yaitu Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII), Gereja Betel Indonesia(GBI), Gereja Kristen Oikumene (GKO), Gereja Kristen Perjanjian Baru (GKPB), Gereja Niha Keriso Protestan Indonesia (GNKPI), serta PGIW NTT. “Semua yang kita alami saat ini merupakan kepercayaan dan tanggung jawab yang harus kita jalani dengan baik” ujarnya.

Sebagai bagian akhir dari sambutan-sambutan disampaikan oleh Pdt. Lodiwyck Rihi, S.Th selalu Ketua Panitia Ibadah syukuran ini mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang mendukung dan senantiasa mendoakan sehingga terwujudnya acara pada saat ini. (dep_pelita)

Laporan Ketua Panitia oleh Pdt. Lodiwyck Rihi, S.Th

Post a comment

× Chat Via Whatsapp