No comments yet

MEMBANGUN FONDASI YANG KUAT

Nats Pembimbing : Yakobus 1 : 22-23

“Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri. Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin”

Bacaan : Matius 7:24

“Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu”.

PENDAHULUAN :

Adalah pekerjaan yang tidak mudah untuk membuat sesuatu perubahan, apalagi mengubah sebuah kebiasaan hidup yang telah sekian lama dijalani. Contoh: Orang yang biasa menunda-nunda pekerjaan. Untuk mengubah menjadi TEPAT WAKTU DAN DISIPLIN dalam mengerjakan tugasnya, membutuhkan sebuah proses waktu, karena kebiasaan yang terus-menerus dilakukan seseorang akan membentuk karakter orang tersebut.

Begitu pula untuk memulai sesuatu yang baru (Dalam hal pekerjaan atau kebiasaan). Itu adalah hal yang sulit padahal itu sangat penting dan sangat menentukan keberhasilan. Bila kita sudah membuat  kesalahan dilangkah awal, maka kitapun akan mengalami kesulitan ditahap selanjutnya.

Hidup kita juga seperti membangun suatu rumah, kita harus terlebih dahulu memperhatikan fondasi dari rumah itu. Karena itu awal dari segalanya kedepan.

Dalam catatan firman Tuhan (1 Kor 3 : 10 – 11, “Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya. Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.)

Jadi fondasi hidup yang menjadi dasar dari segala sesuatu itu haruslah kokoh dan seteguh batu karang. Dan dasar yang kokoh itu hanya ada dalam Kristus Yesus, Tuhan.

2 hal penting yang perlu diperhatikan dalam membangun fondasi iman yang kuat : DOA & KESETIAAN

DOA SAJA TIDAK  CUKUP, Mengapa???  Bukankah Alkitab mencatat  dalam Surat Yakobus 5 : 16, Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.

Doa harus disertai dengan kesetiaan karena doa tanpa kesetiaan adalah sesuatu yang sia-sia (tak berarti). Demikianpun kesetiaan tanpa doa adalah suatu kelemahan.

Orang-orang percaya menjadi kuat karena doa (tidak jemu-jemu, doa yang penuh keyakinan sambil melakukan firmanNya). Kunci doa orang benar adalah doa yang disertai dengan kesetiaan.

Anak-anak Tuhan yang tidak memiliki fondasi yang kuat, hidupnya akan mudah rapuh dan lemah, walaupun sering mendengar dan tahu tentang firman Tuhan. Hidupnya tetap saja tidak ada semangat dan mudah jatuh. Mengapa?

Karena mereka hanya sebatas mendengar saja tetapi tidak melakukan firman Tuhan (Baca Nats Pembimbing: Tetepi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya mendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.

Karena itu kekasih-kekasih Kristus, marilah kita terus membangun fondasi  hidup iman kita dengan terus melakukan firmanNya sambil terus percaya bahwa Tuhan selalu menolong kita yang mau berusaha….Amin.

Penulis : Pdt. Gabriel Anderias Kana, S. Th, M. Min, S. Pd.

 

Post a comment

× Chat Via Whatsapp